Banjir Masih Jadi Ancaman Warga Kedaton Bandarlampung

banner 468x60

Bandarlampung (channellampung.com)- Warga di Jalan Satria II, Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung masih menghadapi ancaman banjir setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

 

banner 336x280

Menurut Ketua RT setempat Arif Budi Santoso, banjir dapat terjadi ketika hujan berlangsung sekitar 30 menit atau lebih dengan ketinggian air mencapai lutut hingga paha orang dewasa.

 

Iya menjelaskan, bahwa banjir di wilayah tersebut merupakan banjir lintasan yang akan berangsur surut setelah hujan berhenti.

 

Meski demikian, dalam satu hari banjir dapat terjadi hingga tiga sampai empat kali apabila hujan turun secara berulang.

 

“Saluran air sebenarnya sudah ada, tetapi kapasitasnya tidak mampu menampung debit air yang datang dari daerah pegunungan. Selain itu, kondisi kali yang semakin menyempit dan dangkal membuat air mudah meluap ke permukiman warga,” ujar Arif Budi Santoso saat diwawancarai, belum lama ini.

 

Iya menegaskan, ada sekitar 15 kepala keluarga (KK) terdampak banjir setiap kali hujan dengan intensitas tinggi.

 

Hingga saat ini tidak ada korban jiwa, namun banjir besar pernah menyebabkan barang-barang warga hanyut serta pagar rumah roboh akibat derasnya arus air.

 

Menurutnya,

penyempitan aliran sungai tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga oleh aktivitas sebagian masyarakat yang mempersempit aliran sungai.

 

Selain itu, keberadaan sampah di saluran air turut memperburuk kondisi banjir.

 

“Kalau hanya menyalahkan pemerintah juga tidak bisa. Kesadaran masyarakat juga perlu ditingkatkan, terutama dalam menjaga kebersihan sungai dan tidak mempersempit aliran air,” tambahnya.

 

Sebagai upaya penanganan, pihak RT bersama warga rutin mengadakan kegiatan gotong royong membersihkan saluran air. Pemerintah juga telah merencanakan penyambungan aliran kali di lingkungan tersebut menuju sungai yang lebih besar.

 

Namun, hingga kini rencana tersebut belum terealisasi karena memerlukan proyek berskala besar.

 

Sementara itu, salah seorang warga, Surya (44), mengungkapkan bahwa banjir telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut.

Saat banjir terjadi, warga umumnya memilih tetap berada di rumah sambil menunggu air surut.

 

Beberapa warga juga melakukan upaya mandiri, seperti membuat saluran kecil di sekitar rumah dan meninggikan bagian tertentu dari bangunan untuk mengurangi dampak banjir.

 

Warga berharap pemerintah dapat segera memperluas saluran air dan melakukan normalisasi kali agar mampu menampung debit air yang lebih besar.

 

Selain itu, mereka juga berharap meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga risiko banjir dapat diminimalkan. (Ndin/JJ)

banner 336x280

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *