BANDAR LAMPUNG, CHANNELLAMPUNG.COM)- Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia (SDM), yang harus dibentuk sejak usia dini.
Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Prof. Budi Setiyono, menyampaikan bahwa pembangunan kualitas SDM harus dimulai bahkan sejak masa kehamilan. Ia menekankan pentingnya mencegah kelahiran bayi stunting agar generasi mendatang memiliki kualitas yang unggul.
“Kita harus memastikan tidak ada bayi yang lahir stunting. Seribu hari pertama kehidupan adalah fase krusial untuk menentukan kualitas generasi mendatang,” ujar Prof. Budi dalam pernyataannya, di Bandarlampung Kamis (28/8/2025).
Selain faktor kesehatan, Prof. Budi juga menyoroti peran penting pendidikan dalam membentuk SDM yang kompeten. Ia menegaskan perlunya optimalisasi program wajib belajar 12 tahun agar dapat diakses secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau penduduk produktif lulus sekolah, sehat, dan kompeten, maka produktivitas mereka akan tinggi,” tegasnya.
Dari sisi kebijakan, Prof. Budi menilai perlunya pendekatan yang integratif antar-kementerian dan lembaga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan SDM yang mampu mengaktualisasikan potensi sesuai bidang keahlian mereka, serta memastikan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal.
“Jumlah investasi harus disesuaikan dengan jumlah penduduk yang lahir, supaya mereka mendapatkan pekerjaan sesuai kapasitasnya,” pungkas Prof. Budi.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama dalam meningkatkan kualitas SDM menuju Indonesia Emas 2045. (*)













